Friday, May 15, 2009

Rasa itu ...

Hampir tak dapat aku percaya jikalau aku akan merasakan hal itu lagi. Sekian lama sepertinya sudah cukup untuk aku menarik sebuah kesimpulan bahwa rasa itu telah mati. Rasa yang pernah membuat aku begitu bergairah nya dalam menjalani bergulirnya waktu detik demi detik. Rasa yang pernah membuat aku hampir mati dalam kesendirian. Tak banyak orang yang dapat mengerti mengapa rasa itu terlalu sulit datang kepada aku lagi. Rasa yang harus dipilih sepertimana ada dalam gambaran bayangan di kepala dan di hati.
Lucu juga, apakah ini namanya rasa itu, rasa yang telah lama hilang itu? Yang menjadikan segalanya terasa hambar bila di kilas balik. Tak berbekas dan tak dapat dimengerti kenapa rasa itu hilang begitu saja.
Mendengar alunan musik bossa sekarang ini sepertinya cukup menggelitik aku untuk kembali menyelami masa-masa aku memiliki rasa itu. Ada romantisme disana, yang diselimuti dengan keceriaan tanpa takut rasa itu telah menunggu untuk segera pergi, cepat atau lambat. Ada senyuman di bibir ku saat ini, dan aku pun tidak tahu kenapa aku harus tersenyum saat ini. Apakah itu hanya karena perasaan "de javu" akan rasa itu?
Hanya aku yang tahu, aku tidak mau menjadi budak akan rasa itu. Rasa itu memang indah, mungkin itu sebabnya aku tersenyum saat ini. Indah.
Terbersit seketika, rasa itu juga menghempaskan aku. Sebuah kenangan indah yang patut di kenang tapi tak pantas untuk di rasa yang menimbulkan luka yang aku pun tak tau apakah itu terlalu dalam atau tidak??
Aku terhempas???
Aku pun tidak tau ... Aku tidak mau berpikir ... Hey,,, tidak semua hal harus aku pikirkan. Aku dan saat ini hanya ingin dan berharap untuk tidak berpikir, aku hanya ingin rasa itu ,,, rasa yang pernah hilang itu ... yang mengitari dan masih terus berputar hingga detik ini ... tetap berada di hati ku yang sedang hangat.
Darimana datangnya rasa hangat itu?
Ah ,,, aku tau ,,, dan aku bahagia karena rasa itu masih ada di hatiku .
Untuk itu aku tersenyum. Aku tau aku masih menjadi seorang manusia, ya...karena rasa itu.

Tersenyum lah untuk rasa itu. Anugerah terbesar untuk manusia. Karena aku tetaplah manusia. :)

Serdang 502
dukan

No comments: