Beuh...lama ngga ngetik di blog sendiri...berasa aneh...haha..
Pengen exist nulis di blog sendiri tapi rasa malas selalu datang menghampiri. Aku hanya tidak ingin menjadi pribadi yg memiliki jiwa ikut-ikutan.
Tapi entah kenapa saat ini aku ingin menulis sesuatu dalam blog aku ini.
Mungkin tidak bernilai, tak apa lah... Lebih baik daripada memendam semua keinginan yg masih mungkin untuk dapat aku tuliskan.
Suasana liburan kuliah masih seperti yang sudah-sudah, sepi. Aneh, entah kenapa aku justru senang menyambut akhir semester yg akan datang. Mengingat hasil penelitian ku pun belum lah dapat dikatakan selesai. Tapi rasa senang menghampiri ku, yaaa...memang rasa apapun bisa datang kapan pun , dimanapun... Mungkin rasa senang ini timbul dari waktu yg semakin singkat bagi aku untuk tinggal di tempat yang entah kenapa sulit untuk dijelaskan membuat aku seperti didalam penjara.
Apa yang aku pelajari dari hal ini adalah tidak semua hal yg kita bayangkan atau kita pikirkan seperti kenyataan sebenar.
Terkadang bayangan dan pikiran terlalu membuat segala sesuatu menjadi indah. Dan aku tersadar sekarang untuk dapat lebih mengenal bayangan-bayangan dan pikiran-pikiran indah yg bisa terbentuk dengan imajinasi aku yang ada. Pikiranku menjebak aku. Tidak ada yang salah, tak aku dan tak juga Dia. Setelah semua yg terlewati, aku lebih tau dan mengerti mengapa kita semestinya bijak dan untuk tidak terjebak dalam pikiran-pikiran indah. Sebuah paradoks untuk aku.
Terlepas dari itu semua, aku yakin bahwa apa yang aku alami disini tetap lah sebuah pengajaran, pendidikan, tuntunan atau apapun itu yang tidak akan mungkin didapat semua orang. Dan aku berterima kasih untuk hal itu kepada-Nya.
Apapun alasan yang aku kemukakan tidak selayaknya dijadikan hal untuk dapat terus menuntut atas segala kekurangan yang aku miliki. Aku sudah terlalu dilayakkan untuk dapat berada disini, ditempat ini, sampai sekarang ini. Ya, terlalu dilayakkan. Terima kasih ku untuk-Mu untuk itu.
Seperti yang selalu aku ungkapkan , hanya kesabaran dan rasa optimis yang selalu menopang dan menyelamatkan aku selain bahwa memang segala sesuatunya tidak terjadi dengan begitu saja. Ada kekuatan yang sepertinya mengatur dan mengendalikan aku , yang meluruskan aku ketika aku harus berjalan atau berlari lurus...yang membelokkan aku ketika aku memang harus berjalan ke kiri atau ke kanan. Ya, hidup tak harus selalu lurus-lurus saja sampai pada saat segala sesuatu akan indah pada waktunya. Dinamika hidup yang sudah seharusnya dan sememangnya menjadi bagian hidup itu sendiri.
Sebuah renungan terkadang tak dapat menyimpulkan apa-apa....Sebuah renungan hanyalah irisan kecil dari sebuah "roti" kehidupan yang terkadang harus aku bagi jika itu terlalu "berlebihan" untuk aku, yang harus aku gigit, telan, dan cerna sendiri jika terkadang itu masih "cukup" untuk aku tanggung sendiri.
Sebuah pengalaman bisa menjadi terasa manis ataupun pahit. Tanpa memandang apapun yang aku rasakan, aku tau bahwa aku masih harus terus belajar untuk dapat merasakan kemanisan yang ada dalam kepahitan itu sendiri. Siapa yang tak suka manis?
Tapi sampai kapan???
Bukan kah semua punya keterbatasan untuk segala sesuatunya?
Hahahaha....Ya sudahlah, pikiran pun bisa membunuh...dan aku tak suka itu....
502 - dukan
No comments:
Post a Comment